Google Tidak Akui Palestina, dinilai merusak Perdamaian

googletidakakuipalestina Google menghilangkan Palestina dari peta dunia versi mereka yang disediakan lewat layanan Google Maps. Wilayah itu dinamakan Google sebagai wilayah Israel. Tindakan itu dikritik karena jelas-jelas pengabaian terhadap usaha menjaga perdamaian dunia dan merusak jalan damai yang sudah dirintis. Seperti diungkap Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Yustine Irine Roba Putri, dalam sudut pandang diplomatik Indonesia, sudah jelas ada pengakuan kemerdekaan Palestina. Bahkan hal itu dibuktikan dengan Indonesia yang sudah memiliki hubungan diplomatik dengan negeri itu sampai sekarang. Hal itu juga berarti, sama dengan negara lainnya di dunia, Indonesia hanya mengakui peta yang menggambarkan teritori politik Palestina. Irine mengaku masih gagal paham dan tidak tahu persis apa motif Google menghilangkan Palestina dan men-tag wilayah itu sebagai Israel. “Yang jelas Google sebagai korporasi, saya menilai abai terhadap upaya menjaga ketertiban dunia,” tegas Irine Roba, Rabu (10/8). Baginya, apa yang dilakukan Google akan bisa memicu kegaduhan baru. Dan pada saatnya nanti, efek tindakan Google itu berpotensi merusak jalan damai yang telah dirintis. “Tidak berlebihan jika banyak yang minta Google mengembalikan peta tersebut,” tegasnya. Diketahui, r‎atusan ribu orang membubuhkan tanda tangan guna mendukung petisi agar Google kembali memasukkan Palestina dalam peta mereka. Google menghapus Palestina dari Google Maps, 5 Agustus lalu. Nama Palestina diganti menjadi Israel dalam peta versi Google.

Markus Junianto Sihaloho/FMB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *